JITA, Japan Industry Training Academy

Masalah #

Terdapat kebutuhan besar dari industri Jepang akan tenaga profesional terampil dari luar negeri, namun proses rekrutmen dan persiapan talenta dari Indonesia sering kali menghadapi hambatan:

Solusi #

Dikembangkan platform terpadu JITA (Japan Industry Training Academy) (demo: jijp.akordium.id) sebagai ekosistem digital dua arah yang mencakup siklus karier lengkap kandidat: mulai dari pelatihan, sertifikasi, pelacakan progres, verifikasi dokumen, pembuatan CV standar Jepang, hingga penempatan kerja.

Fitur Utama #

  1. Autentikasi Terintegrasi (SSO ICE Center ITB):

    • Single Sign-On berbasis JWT (RS256) terintegrasi langsung dengan portal ICE Center ITB.
    • Mekanisme auto-provisioning akun dan sinkronisasi profil talenta secara otomatis.
  2. Automated Japanese CV Builder (Rirekisho PDF):

    • Pembuatan dokumen CV standar industri Jepang (Rirekisho / 履歴書) secara otomatis ke format PDF presisi tinggi.
    • Dukungan tipografi bahasa Jepang lengkap menggunakan font Noto Sans CJK JP.
  3. Track Record & Document Vault:

    • Kalender jadwal kelas pelatihan, silabus modul, dan evaluasi progres kompetensi.
    • Penyimpanan terenkripsi untuk berkas pribadi (KTP, transkrip, sertifikat JLPT) yang diverifikasi manual oleh staf admin.
  4. Two-Way Job Matching (Apply & Scout):

    • Apply: Kandidat yang terverifikasi dapat melamar lowongan kerja mitra industri di Jepang.
    • Scout: Perusahaan mitra Jepang dapat menelusuri katalog talenta terverifikasi dan mengirimkan undangan interview langsung.

Stack Teknis #

Komponen Teknologi
Frontend React 18, TypeScript, Vite
Backend Node.js, Express, mysql2/promise
Database MySQL
Autentikasi JWT RS256 (SSO ICE Center ITB)
Dokumen Engine PDF Generator (Noto Sans CJK JP)
Notifikasi Nodemailer (SMTP), In-App Notification
Infrastruktur Docker, Coolify, Nginx Reverse Proxy

Hasil #

Pelajaran #

  1. Standarisasi dokumen lintas budaya: Membangun generator Rirekisho mengajarkan bahwa tata letak dokumen di Jepang bukan sekadar masalah estetika, melainkan standar kepatuhan operasional yang menentukan kredibilitas kandidat.
  2. Resiliensi arsitektur SSO: Integrasi SSO antar-sistem independen memerlukan penanganan edge-case yang matang (token expiry, signature verification RS256, auto-provisioning fallback) agar alur autentikasi pengguna tidak terputus.
  3. Membangun kepercayaan via verification layer: Di platform ketenagakerjaan lintas negara, dashboard verifikasi admin untuk memvalidasi KTP dan sertifikat kompetensi adalah fondasi utama agar mitra industri percaya pada kualitas talenta yang terdaftar.