Masalah #
Komunikasi perangkat tracker GPS IoT tidak menggunakan HTTP/JSON karena keterbatasan bandwidth dan efisiensi modul seluler di kendaraan. Tracker berkomunikasi melalui raw TCP socket stream menggunakan paket biner (Teltonika Codec 8/8 Extended, GT06/Concox) yang rentan terhadap fragmentasi TCP stream dan connection drop.
Sistem membutuhkan engine listener yang:
- Mampu menerima ratusan koneksi TCP concurrent tanpa exhaust memory
- Melakukan framing paket biner yang terfragmentasi dengan akurat
- Memvalidasi checksum (CRC16) dan mengirim ACK handshake secara real-time
- Mencegah starvation/blocking dari client dengan koneksi lambat
Solusi #
Dibangun GPS TCP Listener & Decoder Engine di atas Go dengan arsitektur berorientasi performa tinggi:
- TCP Stream Framing: custom scanner/framing loop untuk membaca packet delimiter dan length field tanpa buffer overflow.
- Protocol Parsers: decoder biner untuk protokol Teltonika (Codec 8/Extended) dan GT06 dengan validasi CRC16.
- Memory Efficiency: memanfaatkan
sync.Pooluntuk buffer byte parser guna menekan GC pause di traffic tinggi. - Pipeline Fan-out: posisi kendaraan yang berhasil divalidasi didistribusikan ke pipeline worker via Redis Streams dan disimpan ke hypertable TimescaleDB.
Arsitektur #
GPS Tracker (TCP) ──> [ net.Listen Go Worker Pool ]
│
[ Binary Framing & CRC16 ]
│
[ Decoder (Teltonika / GT06) ]
│
┌───────────────┴───────────────┐
▼ ▼
[ Redis Pub/Sub Fan-out ] [ TimescaleDB Hypertable ]
Hasil & Dokumentasi #
- Mampu memproses ribuan data koordinat per detik dengan sub-millisecond decoding latency.
- Arsitektur lengkap dan implementasi langkah-demi-langkah didokumentasikan secara publik di Seri GPS Backend.